Sindrom Gilbert, Penyakit Gangguan Hati Ringan

advertisement

Sindrom Gilbert
Sindrom Gilbert adalah gangguan hati ringan di mana hati tidak memproses zat yang disebut bilirubin dengan baik. Bilirubin diproduksi dari sel darah merah yang rusak.

Sindrom Gilbert disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan. Seseorang dapat mengidap sindrom ini sejak lahir namun baru diketahui bertahun-tahun kemudian.

Diagnosa sindrom Gilbert seringkali diketahui secara kebetulan, seperti ketika sedang melakukan tes darah kemudian pemeriksaan menunjukkan kadar bilirubin meningkat.

Sindrom Gilbert biasanya tidak memerlukan pengobatan dan tidak menimbulkan komplikasi serius. Sindrom Gilbert juga dikenal sebagai disfungsi hati konstitusional, bilirubinemia konjugasi jinak dan familial nonhemolytic jaundice.

Gejala

Penderita mungkin mengalami:

  1. Kulit dan bagian putih mata berwarna agak kekuningan (sakit kuning)
  2. Nyeri perut
  3. Merasa lemah atau lemas

Sindrom Gilbert disebabkan oleh gen abnormal diwarisi dari orang tua yang berfungsi mengontrol enzim pemecah bilirubin dalam hati. Akibatnya, jumlah bilirubin meningkat dalam darah.

Bagaimana tubuh normalnya memproses bilirubin

Bilirubin merupakan pigmen kekuningan yang dibuat ketika tubuh dari sel darah merah rusak. Bilirubin berjalan melalui aliran darah ke dalam hati. Biasanya enzim dalam sel-sel hati memecah bilirubin dan melenyapkannya dari aliran darah.

Bilirubin lewat dari hati ke usus melalui empedu, kemudian diekskresikan dalam tinja. Sejumlah kecil bilirubin tetap berada dalam darah.

Perawatan dan obat-obatan

Sindrom Gilbert umumnya tidak memerlukan pengobatan. Tingkat bilirubin dalam darah dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu dan mungkin sesekali mengalami sakit kuning. Tapi ini biasanya hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan.

Sumber: mayoClinic

Recent Posts :
Category Article